Selasa, 2008 Januari 22

Liburan Sekolah ( My Diary )

Senin,07-01-2008

Hari ini saya pergi ke Plaza Semanggi di Jakarta. Saya dan keluarga ke Inul Vista. Kami bernyanyi karaoke disana, ternyata asyik juga loh.

Tidak terasa hari sudah malam, ternyata kami telah bernyanyi selama dua jam. Kemudian kami pulang, perutku terasa lapar, dan kami mampir dulu ke Mcdonald di Cibubur.

Setelah itu kami pulang, ngantuk sekali rasanya, tapi saya sangat puas dan bahagia hari ini.

Selasa,08-01-2008

Hari ini saya tidak kemana-mana, saya hanya les KUMON dan bermain komputer.

Saya les KUMON sudah satu tahun lebih, dari kelas satu sampai kelas tiga sekarang, saya masuk pada bulan Mei 2006.

Saat bermain komputer, saya membuka my pulau di internet komputer papa saya, saya mengirim surat kepada orang yang mengirim surat ke saya.


Rabu,09-01-2008

Hari ini saya pergi ke ACC, ACC singkatan dari Astra Credit Company, saya ke kantor temannya papa saya.

Kemudian saya ke Kalimalang di Bekasi. Saya ke dealer Chevrolet, saya melihat-lihat mobil buatan Amerika itu. Bagus-bagus loh mobilnya.

Lalu saya les LIA, ini pertama saya les LIA level ke empat. Di level ke empat ini saya bertemu teman baru tiga orang.

Setelah itu saya ke Bellanova Sentul, di Bellanova saya bermain bola bersama adik-adik saya, Gathfan dan Zidan.

Kamis,10-01-2008

Hari ini saya pergi ke Giant Botani Square. Mama beli obat di sana, sedangkan saya, Gathfan dan Papa ke Giant beli mainan. Saya dibelikan boneka Barbie dan Gathfan dibelikan mobil-mobilan Truk besar.

Setelah itu, kami pergi ke Bellanova Sentul. Papa dan Mama nonton film di Bioskop 21. Sedangkan saya, Gathfan dan Zidan bermain bola di sanggar Citaku.

Jumat, 11-01-2008

Hari ini saya pergi ke dealer Chevrolet, karena Papa mau ambil mobil. Tapi mobilnya masih diperbaiki sehingga saya dan keluarga makan dulu di McDonald Bekasi.

Setelah itu kami kembali ke Dealer Chevrolet untuk mengambil mobil. Saya, Gathfan dan Mbak Mia ikut di mobil Papa. Sedangkan Adik Zidan dan Mbak Lusi ikut mobil Mama. Kami jalan beriringan di jalan tol. Mobil Papa di depan, sedangkan mobil Mama mengikuti di belakang.

Sabtu, 12-01-2008

Hari ini saya pergi ke Puncak melihat-lihat pemandangan kebun teh. Pemandangannya indah sekali karena selain kebun teh juga ada kebun bunga.

Kami pergi ke Kota Bunga untuk melihat-lihat bunga yang bagus. Selain itu kami juga membeli pisang untuk di bawa pulang.

Di perjalanan saya dan Gathfan naik kuda. Asyik sekali, kami berjalan-jalan diantara villa dan kebun bunga.

Setelah itu kami langsung pulang, karena hari sudah mulai gelap.

Minggu, 13-01-2008

Hari ini saya pergi ke Bekasi ke rumah temannya Papa karena ada undangan. Disana saya bertemu dengan teman-teman Papa.

Setelah itu kami mengantar Papa ke Damri karena Papa sudah mau berangkat ke Bandara menuju Medan.

Dari Damri, kami langsung pulang. Mama yang menyetir mobilnya, saya dan lainnya duduk di belakang.

Senin, 2007 Desember 31

Selamat tahun baru 2008

Anak-anakku tersayang,

Assalau'alaikum ...wr...wb.

Tak terasa sudah tahun 2007, alhamdulillah telah kita lewati dan kita songsong tahun baru 2008 dengan penuh kebahagiaan dalam lindungan & rahmat Allah SWT.

Walaupun di malam tahun baru ini merupakan pertama kalinya Papa tidak berada diantara kalian, namun percayalah Papa akan selalu ada dan hadir menemani kalian semua. Dihati Papa tetap menemani kalian menyalakan kembang api, meniup terompet dan apapun yang kalian lakukan saat menyambut tahun baru ini.

Anakku,

Disaat kalian berbahagia ingatlah, banyak saudara-saudara kita yang mengalami cobaan berupa bencana banjir, bencana longsor dan bencana alam lainnya. Mereka semua menunggu keikhlasan kita untuk sekedar berbagi dan menyisihkan sedikit rejeki, hanya sekedar menyingkirkan rasa haus dan lapar.

Anakku,

Bencana alam yang saat ini sering terjadi, tidak serta merta tanpa sebab. Pemanasan global akibat kerusakan alam oleh tangan-tangan jahil manusia menjadi penyebab utamanya. Suatu saat engkau akan mengerti begitu pentingnya kelestarian alam.

Anakku,

Selamat tahun baru 2008, tetaplah menjadi anak yang shaleh dan sholehah yang selalu mendoakan Papa dan Mama. Mmudah-mudahan di tahun ini keluarga kita selalu mendapat rahmat dan hidayah Allah SWT dan selalu menjadi hambaNya yang bersyukur. Amin


Wassalamu'alaikum..wr..wb

Papa








Kamis, 2007 Desember 27

Idul Adha 1428 H

Hari ini tepatnya tanggal 20 Desember 2007 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1428 H, Ailin beserta AA' Gathfan dan Adik Zidan diajak Papa dan Mama untuk sholat Id di halaman Masjid Jami' Al Hidayah BDB III tidak jauh dari rumah.

Aku berangkat dari rumah jam 06.15 dan sholat Id dimulai jam 06.30. Selesai sholat Aku mendengarkan khotbah Idul Adha yang bertemakan makna pengorbanan dan kepedulian sosial terhadap kaum dhuafa.
Menurut Papa, tahun ini kami berqurban 2 ekor kambing atas nama Adik Zidan. Qurban dilaksanakan di kampung Papa di desa Growok. Hal ini dikarenakan di kampung Papa daging hewan qurban sangat berarti bagi masyarakat di sana yang kehidupan sehari-harinya tergolong masyarakat miskin. Sedangkan di Jakarta, sebagian masyarakatnya tergolong orang yang mampu.

Rabu, 2007 Desember 05

Banjir Bandang di Desa Growok

Posting dari Papa ( Cuplikan dari My Father's Blog )


Hari ini saya ditelpon Mbakyu Ruminah yang mengabarkan bahwa Desa Growok dilanda banjir bandang. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa rumahnya tergenang dan bahkan beberapa tetangga lebih parah lagi. Desa-desa lain seperti Sumberarum, kunci, Jatiblimbing lebih parah lagi.

Selain mengenangi rumah ratusan hektar tanaman yang baru tumbuh tidak luput dari amukan air bah ini, dan sirnalah harapan para petani termasuk Mbak Ru hanya untuk bisa sekedar makan jagung. Kekeringan yang baru usai dihadapi, justru dikejutkan dengan kenyataan yang lebih pahit lagi. Entah apa yang bisa dimakan untuk esok hari dan lusa.

Saya jadi termenung, Hah ........... banjir bandang ? Saya seolah tidak percaya dengan berita ini, wong sungai saja nggak ada kok bisa banjir. Kalau Sungai Bengawan Solo yang banjir itu sudah biasa dan menjadi menu rutin. Tapi kalau Desa Growok yang diterjang banjir, maka timbul pertanyaan di benak saya kenapa...?

Memang sih kalau dilihat ke belakang, banjir tentunya tidak datang secara tiba-tiba. Pembalakan hutan, perubahan iklim dan pemanasan global dituding menjadi penyebabnya.

Kalau soal perubahan iklim dan pemanasan global yang sudah menjadi issue dunia tidak perlu dibahas karena semua orang sudah menyadari hal tersebut. Justru yang menjadi sorotan adalah pembalakan hutan yang sangat parah di wilayah selatan wilayah ini. Hutan yang dulunya ( pada waktu saya kecil ) masih ijo royo-royo, sekarang "habis" tidak berbekas karena dijarah.

Setahu saya sampai tahun 1986, di hutan jati ini masih banyak terdapat berbagai jenis binatang seperti rusa, celeng, berbagai jenis burung, Ayam hutan dan binatang hutan lainnya. Bahkan pada saat itu untuk pergi mencari kayu bakar atau mengembala kambing di hutan, saya tidak berani pergi sendirian akibat lebatnya hutan dan masih banyak binatang buas.

Namun sekarang kondisinya memang sudah sangat jauh berubah. Hutan yang dulunya ijo royo-royo hanya tinggal kenangan dan hanya menyisakan nostalgia masa lalu. Rasanya terlalu naif jika hanya menyalahkan masyarakat sekitar yang notabene masih saudara-saudara dan kerabat saya juga. Kemiskinan, pendidikan yang rendah, kebodohan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan mungkin menjadi salah satu penyebab kenapa mereka menjarah hutan.

Semuanya sudah terjadi, tinggal bagaimana kita menatap masa depan yang lebih baik. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran buat kita semua baik masyarakat maupun pemerintah.

Bersabarlah wahai saudaraku ......

Berikut cuplikan berita dari web resmi Pemerintah kab Bojonegoro :

Hujan deras yang mengguyur Bojonegoro Sore kemarin mengakibatkan 2 Kecamatan diterjang banjir bandang. Kerugian akibat hujan deras yang disertai banjir bandang ini belum diperkirakan secara pasti. Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Bojonegoro, Pudjiono, melalui Kasubdin Humas dan Media Informasi Dinas Infokom, Johny Nur Hariyanto Selasa (4/12) pagi.

Dilaporkan hujan deras yang terjadi sore kemarin mengakibatkan banjir bandang di Dua Kecamatan yakni Kecamatan Dander dan Sukosewu. Menurut Johny kerusakan terparah aibat banjir bandang ini terjadi di Kecamatan Dander. Dikatakan terjangan banjir bandang di Desa Dander 750 rumah dan 50 hektar tanaman padi tergenang. Desa Sumberarum banjir bandang menerjang 20 hektar tanaman padi dan 5 hektar tanaman palawija. Desa Growok 50 rumah tergenang dan 10 hektar tanaman padi juga diterjang banjir.

Masih dalam penjelasannya, Johny mengungkapkan bahw 850 rumah dan 15 hektar tanaman padi menjadi korban di Desa Kunci. Selain itu banjir bandang juga mengakibatkan 14 ekor kambing hilang dan 1 buah rumah mengalami kerusakan total. Untuk di Desa Jati Blimbing, 1 buah jembatan di Dukuh Jatisari mengalami longsor dan 2 hektar tanaman padi serta 350 rumah penduduk tergenang air. Sedangkan untuk Kecamatan Ngraseh kerusakan akibat terjangan banjir bandang mengakibatkan 50 rumah penduduk, 10 hektar tanaman padi serta 1 kios pupuk tergenang.

Kasubdin Humas dan Media Informasi Dinas Infokom, mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum dapat memastikan kerugian materi akibat banjir bandang. Akan tetapi secepatnya data mengenai kerugian akibat banjir bandang dapat diketahui. Dijelaskan pula banjir ini diakibatkan oleh kondisi wilayah yang berada di dataran rendah juga dikarenakan resapan air tidak maksimal diakibatkan kerusakan lahan hutan diwilayah Kecamatan Temayang dan sekitarnya.

Masih dalam penjelasannya, Kasubdin Humas dan Media Informasi Dinas Infokom mengungkapkan bahwa selama satu hari ini pihaknya akan membuka dapur umum di dua wilayah ini dan pagi ini juga akan menyerahkan bantuan mie instant untuk para korban.

Sementara itu Bupati H.M. Santoso didampingi Kepala Badan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial M. Maftuch setelah mendengar laporan langsung meninjau lokasi banjir bandang. Malam tadi bupati beserta rombongan langsung menuju Desa Kunci Kecamatan Dander untuk melihat ruas jalan sepanjang 500 meter yang tergenang banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter. Setelah melihat dari dekat kondisi banjir bandang di Kecamatan Dander, Bupati juga berkenan meninjau Desa Kali Cilik Kecamatan Sukosewu yang juga dilanda banjir , setidaknya 30 rumah penduduk tergenang banjir. (Humas)